Tips ini berlaku bagi Anda yang sering memakai kendaraan umum, terutama bis kota:
Aktifkan nomer PIN ponsel dan sim-card Anda.
Memang hal ini nampak akan merepotkan Anda karena Anda harus selalu memasukkan nomer PIN setiap Anda menyalakan ponsel. Namun hal ini akan berguna untuk sedikit membuat jera pencopet. Kenapa?
Mereka tidak akan dapat memakai sim-card Anda. Dan bila penjahat terkutuk tersebut akan menjual ponsel yang dicopet dari Anda maka harga jualnya akan turun drastis karena ponsel tersebut ada PIN.
Tuliskan nama dan alamat Anda di kertas lalu selipkan di dalam ponsel.
Siapa tahu pencopetnya menyesal telah mencopet Anda dan ingin mengembalikan ponsel ke Anda. Ingat sim-card Anda ada nomer PIN, sehingga dia tidak akan tahu nomer telepon rumah Anda yang ada di buku telepon ponsel Anda.
Walau skenario bahwa pencopet akan mengembalikan ponsel Anda adalah mustahil, namun siapa tahu hal tersebut akan terjadi?
Taruh ponsel di tempat aman.
Jika Anda bepergian dengan kendaraan umum seperti angkot atau bis, taruh ponsel di tempat yang aman. Jangan menaruh ponsel di kantong saku karena mudah dicopet. Taruh ponsel di dalam tas, lalu tas tersebut Anda dekap di depan dada Anda. Jaga supaya mata Anda tetap bisa memantau tangan jahil yang berusaha merogoh tas Anda.
Hapali nada dering (ringtone) ponsel Anda.
Jika Anda bepergian dengan kendaraan umum seperti angkot atau bis, jangan buru-buru merogoh saku atau tas bila Anda mendengar dering ponsel. Lebih baik diam sejenak untuk meyakinkan apakah yang bunyi tersebut adalah ponsel Anda.
Pencopet sering melakukan trik dengan membunyikan dering ponsel untuk mengetahui siapa saja orang yang memiliki ponsel. Kebanyakan pemilik ponsel bereaksi spontan jika mendengar dering ponsel.
Untuk itu, kenali dan hapali nada dering ponsel Anda. Bikin nada dering sendiri yang khas sehingga tidak ada menyamai.
Aktifkan nada getar.
Di sini perlu adanya ketelatenan Anda untuk membiasakan diri untuk selalu mengaktifkan nada getar di saat Anda akan naik kendaraan umum yang penuh sesak, contohnya saat jam berangkat atau pulang kerja. Mending repot mengaktifkan nada getar daripada kecopetan, iya kan?
Jangan menerima telepon saat suasana penuh sesak.
Banyak mata yang mengawasi Anda jika Anda menerima telepon di kendaraan umum. Salah satunya mungkin adalah mata pencopet.
Jika suasana penuh sesak lalu nada getar ponsel Anda menyala, lebih baik diamkan saja. Setelah Anda berada di tempat aman, lihat daftar Missed Call di ponsel Anda. Kalau perlu Anda bisa kirim SMS atau telepon ke dia untuk menerangkan dan meminta maaf karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk menerima telepon. Dia pasti akan mengerti.
Sekian tips dari saya. Kalau Anda punya tips khusus, mohon kirim ke saya. Saya tunggu di
nengsari@rileks.com
(Sari, Juli 2003)